kosongsatunews.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Majene terus memantapkan langkah dalam mengangkat sektor kebudayaan dan pariwisata ke level nasional. Upaya ini diwujudkan melalui kunjungan kerja yang dipimpin langsung oleh Bupati Majene bersama jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) ke Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Pariwisata RI, Senin (7/4/2025).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari strategi daerah untuk membangun kolaborasi nyata dengan pemerintah pusat sekaligus membuka peluang dukungan terhadap sejumlah program unggulan yang tengah disiapkan sebagai identitas baru Sulawesi Barat, khususnya Majene.
Dalam agenda koordinasi itu, Pemkab Majene memaparkan sejumlah rencana prioritas yang dinilai mampu mendorong kemajuan sektor budaya dan wisata secara berkelanjutan.
Salah satu fokus utama adalah revitalisasi Museum Mandar Majene yang diarahkan menjadi pusat edukasi modern dengan sistem pengelolaan dan konservasi yang lebih baik. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian warisan sejarah Mandar sekaligus meningkatkan daya tarik generasi muda terhadap budaya lokal.
Selain itu, pemerintah daerah juga merancang pembangunan kawasan rumah adat (Boyang) Mandar sebagai pusat kebudayaan terpadu. Kawasan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai simbol pelestarian adat, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
Di sektor pariwisata, Pemkab Majene turut mendorong pengembangan kawasan prioritas dengan peningkatan infrastruktur pada destinasi unggulan. Upaya ini diyakini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tak kalah penting, pemerintah daerah juga menginisiasi kolaborasi event seni budaya untuk tahun 2026 yang akan dipusatkan pada pengembangan kawasan Kota Tua Majene. Program ini dirancang untuk memperkuat citra Majene sebagai destinasi wisata sejarah yang memiliki nilai autentik dan daya saing tinggi.
Bupati Majene, Andi Syukri Tammalele, menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program-program strategis tersebut.
“Majene memiliki kekayaan sejarah sebagai pusat pemerintahan masa lalu. Revitalisasi museum dan pengembangan kota tua bukan hanya pembangunan fisik, tetapi bagian dari menjaga identitas dan martabat masyarakat Mandar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Majene, Ahmad Djamaan, menyampaikan bahwa koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh program daerah berjalan searah dengan kebijakan nasional di bidang kebudayaan dan pariwisata.
Ia juga menekankan pentingnya nilai sibaliparriq dalam pembangunan daerah sebagai semangat kebersamaan untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Pemkab Majene berharap dapat memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat, memperluas promosi melalui kalender pariwisata nasional, serta membuka peluang kerja baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Komitmen ini menjadi penegasan bahwa kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai warisan, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa depan. ( Muh.Aqil/ H Yahya )



































