KOSONGSATUNEWS.COM, PAREPARE — Duka mendalam menyelimuti umat Islam di Kota Parepare. Kabar wafatnya Prof. Siri Dangnga tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga mengguncang dunia keilmuan dan dakwah. Sosok ulama, pendidik, dan pembimbing umat ini dikenal sebagai figur yang mengabdikan hidupnya untuk menyalakan cahaya ilmu dan membangun kesadaran keislaman di tengah masyarakat.
Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Parepare turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Dalam pernyataan resminya, FPI menegaskan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar dalam rantai perjuangan ilmu dan dakwah yang selama ini menjadi fondasi pembinaan umat.
Ketua DPW FPI Kota Parepare, Ustadz Fahri Nusantara (UFN), menyampaikan bahwa Prof. Siri Dangnga adalah sosok langka yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga menghidupkannya dalam amal dan perjuangan nyata.
“Beliau bukan sekadar pengajar, tetapi pembangun peradaban. Ilmu yang beliau sampaikan tidak berhenti di lisan, tetapi menjelma menjadi nilai, karakter, dan gerakan di tengah umat,” tegasnya.
Menurut FPI, wafatnya seorang alim bukan sekadar peristiwa biologis, tetapi sebuah kehilangan epistemik, yakni berkurangnya sumber otoritatif dalam transmisi ilmu yang shahih dan berakar pada tradisi keilmuan Islam.
Dalam ajaran Islam, sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Muhammad, bahwa ketika manusia wafat, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, salah satunya ilmu yang bermanfaat. Hal ini menegaskan bahwa jejak keilmuan Prof. Siri Dangnga akan terus hidup, mengalirkan pahala tanpa henti, dan menjadi cahaya di alam kuburnya.
FPI Kota Parepare mendoakan agar Allah ﷻ mengampuni seluruh dosa dan kekhilafan almarhum, melapangkan kuburnya, menjadikannya taman dari taman-taman surga, serta meninggikan derajatnya bersama para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih.
Kepergian beliau juga menjadi seruan moral bagi umat untuk melanjutkan estafet perjuangan ilmu dan dakwah. Sosok Prof. Siri Dangnga adalah representasi ulama yang membangun peradaban dengan ilmu, memperkuat umat dengan akhlak, dan mengikat masyarakat dengan nilai-nilai Islam yang kokoh.
Front Persaudaraan Islam Kota Parepare menegaskan, meskipun raga telah kembali kepada Allah ﷻ, namun warisan ilmu, keteladanan, dan perjuangan almarhum akan terus hidup, menjadi cahaya yang menerangi jalan umat hingga akhir zaman. (**)





































