KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Kegiatan Event Trail Jelajah Alam Wisata (Jelata) yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa dalam rangkaian “Bulan Mamase” menuai sorotan dari warga.
Event yang berlangsung pada Sabtu itu diikuti ratusan rider dari berbagai daerah, dengan rute menyisir sejumlah wilayah termasuk destinasi wisata di Kabupaten Mamasa. Namun, di balik kemeriahan kegiatan tersebut, muncul keluhan dari masyarakat, khususnya di kawasan wisata Buntu Kepa’, Desa Taupe, Kecamatan Mamasa.
Warga setempat mengaku mengalami kerugian akibat aktivitas motor trail yang melintasi area tersebut. Sejumlah fasilitas air bersih dilaporkan rusak, sementara ternak milik warga ikut terdampak.
“Pipa banyak yang putus. Selain itu, ada juga anak babi yang mati karena kaget. Ini sangat merugikan kami,” ujar Boby Patalangi, Minggu (19/04/2026).
Menurutnya, jalur yang dilalui peserta trail diduga melintasi area vital milik warga tanpa pengamanan yang memadai, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan belum mendapat tanggapan.
Sementara itu, berdasarkan data panitia, sedikitnya 700 unit motor trail turut ambil bagian dalam event Jelata, yang menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan “Bulan Mamase”. (Ayu)





































