MAKASSAR, kosongsatunews.com – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menghadiri kegiatan Sosialisasi Sistem Resi Gudang (SRG) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Kantor Kawasan Industri Makassar, Jumat (24/07/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran kepala daerah se-Sulawesi Selatan ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam mengedukasi pemerintah daerah terkait regulasi pergudangan serta optimalisasi komoditas lokal guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Dalam keterangannya, Bupati Ratnawati menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang turut melibatkan perusahaan BUMN sebagai mitra strategis dalam tata kelola stok komoditas.
“Alhamdulillah, hari ini kami diundang oleh Kementerian Perdagangan bersama perusahaan BUMN mitra. Kegiatan ini sangat penting karena mengedukasi kita semua tentang bagaimana sesungguhnya regulasi pergudangan itu diterapkan secara profesional,” ujarnya.
Ia mengakui, melalui kegiatan tersebut dirinya memperoleh perspektif baru mengenai luasnya cakupan tugas Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, mulai dari pengaturan stok komoditas di daerah hingga mekanisme ekspor.
“Terus terang, ini memberikan wawasan baru bagi kami bahwa Kementerian Perdagangan juga mengelola aspek pergudangan secara mendalam, termasuk potensi stok yang berasal dari provinsi hingga kabupaten. Ini adalah peluang besar bagi daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar implementasi Sistem Resi Gudang dapat dipahami secara menyeluruh hingga ke tingkat akar rumput, khususnya bagi petani, pelaku usaha, dan koperasi di Kabupaten Sinjai.
“Pemahaman ini tidak boleh berhenti di tingkat atas, tetapi harus menjangkau masyarakat di bawah. Kami berharap ke depan ada pendampingan intensif agar potensi lokal dapat terkelola dengan sistem pergudangan yang baik dan berkelanjutan,” jelasnya.
Bupati juga berharap implementasi SRG dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, sejalan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional serta menjadikan daerah sebagai penggerak utama ekspor.
“Kita ingin memperkuat Indonesia yang berketahanan pangan dan memiliki ekonomi yang kokoh. Semua itu harus dimulai dari daerah, di mana kabupaten/kota berperan sebagai penyuplai utama kebutuhan ekspor ke depan. Sinergi ini yang harus terus kita bangun bersama,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen PT KIMA (Persero), perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, unsur Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Kepala OPD terkait dari Pemerintah Kabupaten Sinjai.(*)





















