SINJAI, kosongsatunews.com – Menjelang sore, Kantor Desa Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur, tak lagi seramai beberapa jam sebelumnya. Satu per satu warga beranjak pulang, menggenggam amplop yang isinya tak seberapa, tapi cukup berarti. Selasa, 28 April 2026, penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DDS) digelar tanpa “seremoni” nyaris seperti rutinitas biasa.
Di dalam ruangan, proses berlangsung singkat. Nama dipanggil, bantuan diserahkan, lalu percakapan seperlunya. Hanya sembilan kepala keluarga yang masuk daftar penerima tahun ini. Angka yang menyusut tajam jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Kepala Desa Kaloling, Bustan H. Aras, menyebut setiap keluarga menerima Rp300 ribu per bulan, terhitung sejak Januari hingga April 2026. Ia tak banyak bicara, hanya menegaskan bahwa bantuan itu ditujukan bagi warga yang dinilai paling membutuhkan.
Namun angka sembilan itu menyimpan cerita yang lebih panjang. Pada 2025, jumlah penerima mencapai 32 kepala keluarga. Sebagian besar adalah warga lanjut usia—kelompok yang selama ini menjadi prioritas dalam skema bantuan langsung.
Penyusutan itu, menurut pemerintah desa, bukan tanpa sebab. Anggaran Dana Desa (DD) yang menurun memaksa adanya penyesuaian. Pilihan menjadi terbatas: mempertahankan jumlah penerima atau menjaga keberlanjutan nominal bantuan. Desa memilih jalan kedua.
Di titik ini, BLT DDS tak lagi sekadar program bantuan. Ia menjadi cermin dari kapasitas fiskal desa yang kian terukur, sekaligus memperlihatkan batas-batas intervensi negara di level paling bawah. Ada yang tetap menerima, ada pula yang harus terlepas dari daftar, sebuah konsekuensi yang tak selalu mudah diterima.
Bagi sembilan keluarga yang bertahan, bantuan itu tetap berarti. Nilainya mungkin tak besar, namun cukup untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.
Sore itu, Kaloling kembali tenang. Aktivitas di kantor desa mereda, menyisakan kursi kosong dan jejak langkah warga yang pulang membawa harap. BLT DDS, sekali lagi, hadir dalam wujudnya yang paling sederhana, terbatas, namun tetap dibutuhkan.(Yusuf)






















