Angin Malam di Bongki, Pohon Tumbang Menutup Jalan

SINJAI, kosongsatunews.com – Hujan turun tanpa banyak tanda. Di langit Sinjai Utara, awan menggulung sejak petang, sebelum akhirnya pecah sekitar pukul 19.40 Wita, Rabu malam, 29 April 2026. Angin menyusul, berembus kencang, menyapu pepohonan di sepanjang Jalan Bulu Lasiai, Lingkungan Benteng, Kelurahan Bongki.

Di tengah gelap yang hanya disela lampu jalan, sebuah pohon kayu Cina tak lagi sanggup bertahan. Batangnya rebah, melintang di badan jalan, menutup akses warga yang melintas. Suara tumbangnya memecah malam, menyisakan ranting berserakan dan dedaunan yang masih basah oleh hujan.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi bergegas ke TKP. Dengan penerangan seadanya mereka mencoba memastikan kondisi sekitar. Tak lama, informasi menyebar. Salim Ruslan melalui laman Facebook, turut memperlihatkan situasi penanganan di lokasi.

Dugaan sementara, pohon itu roboh bukan semata karena angin. Akar yang mulai melemah diduga menjadi penyebab utama. Tanah yang lembek membuat cengkeraman akar tak lagi kuat menahan beban batang.

Akses jalan sempat lumpuh. Kendaraan tak bisa melintas, warga pun tertahan di dua sisi jalan. Namun situasi itu tak berlangsung lama.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai tiba tak lama setelah laporan diterima.

Dengan peralatan sederhana namun sigap, mereka bersama warga memotong batang, menyingkirkan ranting, dan membersihkan jalur yang tertutup.

Di bawah cahaya lampu dan sisa gerimis, kerja gotong royong berlangsung tanpa banyak komando. Beberapa warga mengangkat potongan kayu, lainnya membersihkan daun yang berserakan. Perlahan, badan jalan kembali terlihat.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Itu yang paling penting, kata seorang warga yang ikut membantu. Kerusakan pun terbatas pada tertutupnya akses jalan untuk sementara.

Sekitar beberapa waktu kemudian, kendaraan mulai kembali melintas. Jalan Bulu Lasiai kembali normal, seolah peristiwa tadi hanya jeda singkat di tengah malam yang basah.

Namun hujan dan angin belum benar-benar reda. Warga diimbau tetap waspada. Cuaca ekstrem, seperti malam ini, selalu datang dengan kemungkinan yang tak sepenuhnya bisa ditebak.(Yusuf Buraerah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *