Sinjai Bertaruh Strategi dan Gengsi di Turnamen Domino Wajo

SINJAI, kosongsatunews.com — Pagi masih muda ketika rombongan atlet domino Kabupaten Sinjai bergerak meninggalkan ibu kota kabupaten, Sabtu, 9 Mei 2026. Tidak ada seremoni besar. Tak pula iring-iringan meriah. Hanya deretan kendaraan yang membawa 42 pasang atlet menuju Kabupaten Wajo untuk mengikuti Turnamen Domino SMS Cup 1. Namun dari perjalanan itu, tersimpan satu hal yang lebih besar dari sekadar permainan kartu: gengsi daerah dan semangat solidaritas komunitas domino Sinjai.

Rombongan dipimpin langsung Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia Kabupaten Sinjai, A. Ikramullah. Kehadirannya menandai keseriusan organisasi itu dalam membangun olahraga domino sebagai arena kompetisi yang semakin terstruktur. Di tengah berkembangnya komunitas domino di Sulawesi Selatan, turnamen-turnamen seperti ini perlahan menjelma ruang adu strategi sekaligus ajang pembuktian kemampuan daerah.

Turut dalam rombongan, Arman, Ketua Gardu Lajange Sinjai Selatan, bersama sejumlah pasangan pemain dari gardunya. Kehadiran komunitas seperti Gardu Lajange menunjukkan bahwa kekuatan domino Sinjai tidak hanya bertumpu pada nama besar organisasi, tetapi juga lahir dari warung kopi hingga komunitas-komunitas kecil yang selama ini menjaga tradisi permainan domino tetap hidup di tengah masyarakat.

Bagi sebagian orang, domino mungkin sekadar hiburan pengisi waktu. Tetapi di Sulawesi Selatan, permainan ini memiliki ruang sosial yang jauh lebih dalam. Ia menjadi medium pergaulan, adu kecermatan membaca lawan, hingga arena membangun solidaritas antarkomunitas. Tidak mengherankan jika turnamen domino kini mulai dikemas lebih profesional dan mampu menarik peserta lintas daerah.

Rombongan Sinjai dijadwalkan tampil pada sesi kedua di hari yang sama. Di atas meja pertandingan nanti, yang dipertaruhkan bukan hanya kemenangan pasangan pemain. Ada nama daerah yang ikut dibawa. Ada semangat kebersamaan yang hendak dijaga. Dan seperti lazimnya permainan domino, kemenangan sering kali bukan hanya soal kartu yang bagus, melainkan ketenangan membaca situasi dan kecermatan mengambil langkah.

Di Wajo, akhir pekan ini, Sinjai datang bukan sekadar sebagai peserta. Mereka datang membawa harapan untuk pulang dengan cerita kemenangan.(Ucup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *