Isu Hutang, Narkoba hingga Perselingkuhan Seret Pimpinan DPRD Mamasa, SMM Murka

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA, — Sinergi Muda Mamasa (SMM) melalui Ketua Harian, Ryan Mewa’, menanggapi keras beredarnya berbagai isu miring yang menyeret dua unsur pimpinan DPRD Kabupaten Mamasa. Isu tersebut mulai dari persoalan hutang, dugaan narkoba, hingga persoalan perselingkuhan dan konflik rumah tangga yang bahkan viral di ruang publik.

Ryan Mewa’ menilai kondisi tersebut sangat memalukan dan mencederai kehormatan DPRD sebagai lembaga representasi rakyat.

“Jujur saja, gila benar DPRD Mamasa hari ini. Rakyat sedang susah, daerah butuh gagasan dan pengawasan yang serius, tapi yang muncul justru isu-isu memalukan dari unsur pimpinan lembaga sendiri,” tegas Ryan Mewa. Kamis, (14/5/2026).

Menurutnya, Gedung Banua Longa yang seharusnya menjadi simbol kehormatan dan perjuangan aspirasi masyarakat kini justru dipenuhi kegaduhan yang menurunkan kepercayaan publik.

“Ini bukan lagi soal pribadi semata. Ketika dua unsur pimpinan DPRD terus dikaitkan dengan isu-isu seperti hutang, narkoba, perselingkuhan hingga diviralkan oleh istri sendiri, maka nama lembaga ikut tercoreng,” lanjutnya.

SMM menilai situasi tersebut tidak bisa dianggap biasa karena berpotensi menghancurkan wibawa DPRD di mata masyarakat.

“Lalu kepada siapa rakyat akan mengadu kalau orang-orang yang duduk di kursi pimpinan justru menjadi bahan pembicaraan negatif setiap hari?” katanya.

Ryan Mewa’ juga meminta Badan Kehormatan DPRD, partai politik, serta seluruh pihak terkait agar tidak tutup mata terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, DPRD Mamasa membutuhkan figur yang mampu menjaga etika, moral dan kehormatan jabatan.

“Jabatan publik itu bukan tempat berlindung dari masalah moral. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar tanggung jawab menjaga perilaku dan nama baik lembaga,” ujarya.

SMM menegaskan bahwa masyarakat Mamasa membutuhkan pemimpin yang memberi keteladanan, bukan justru mempertontonkan persoalan yang merusak citra daerah.

“Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka yang hancur bukan cuma nama pribadi, tapi juga kepercayaan rakyat terhadap DPRD sebagai rumah demokrasi,” tutup Ryan Mewa’. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *