“Jangan Korbankan Jalan Rakyat”, Masyarakat Nosu Pana’ Tolak Event Offroad

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Rencana pelaksanaan event offroad di jalur Nosu Pana’ menuai penolakan dari masyarakat pengguna jalan di wilayah tersebut. Warga menilai kegiatan otomotif itu berpotensi memperparah kondisi jalan yang selama ini menjadi akses vital masyarakat.

Penolakan itu disampaikan melalui pernyataan sikap masyarakat Nosu Pana’ yang ditujukan kepada Ketua IOF Mamasa sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Suhadi Kandoak, tertanggal 21 Mei 2026.

Dalam pernyataannya, warga menegaskan bahwa jalan Nosu Pana’ merupakan jalur utama yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas penting, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.

“Selama bertahun-tahun keluhan utama kami adalah kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Jalan ini adalah satu-satunya akses kami untuk ke sekolah, puskesmas, pasar, dan mengangkut hasil tani,” tulis pernyataan masyarakat.

Warga juga menilai pelaksanaan event offroad berpotensi memperburuk kondisi infrastruktur jalan yang sudah mengalami kerusakan.

Menurut mereka, karakter kendaraan offroad dengan ban khusus serta pola lintasan ekstrem dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan, terlebih jika jalur yang digunakan merupakan jalan poros yang selama ini menjadi tumpuan aktivitas warga.

Selain itu, masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak kegiatan otomotif maupun hobi offroad. Namun, kegiatan tersebut dinilai seharusnya tidak dilakukan di fasilitas publik yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Kami tidak anti terhadap kegiatan offroad. Kami hanya meminta agar event semacam ini dilaksanakan di jalur khusus yang memang diperuntukkan, bukan di jalan poros yang menjadi tumpuan hidup ribuan warga Nosu Pana’,” lanjut isi pernyataan tersebut.

Dalam sikap resminya, masyarakat menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni membatalkan penggunaan jalur Nosu Pana’ sebagai rute event offroad, mencari alternatif jalur khusus yang tidak mengganggu aktivitas warga, serta meminta Suhadi Kandoak sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat untuk berpihak pada kepentingan masyarakat dalam menjaga infrastruktur desa.

Warga berharap aspirasi tersebut menjadi perhatian pihak penyelenggara dan pemerintah, demi menjaga fasilitas umum yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami berharap pernyataan ini diterima sebagai bentuk kepedulian, bukan perlawanan. Karena pembangunan sejati adalah ketika infrastruktur yang ada justru dijaga, bukan dirusak atas nama kegiatan sesaat,” tutup pernyataan masyarakat pengguna jalan Nosu Pana’.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak IOF Mamasa maupun Suhadi Kandoak terkait penolakan tersebut. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *