KOSONGSATUNEWS.COM, SIDRAP, – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan capaian program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang telah mulai berproduksi.
Pemaparan tersebut disampaikan pada hari kedua Rapat Koordinasi Cetak Sawah Rakyat dan Mitigasi Kekeringan Wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Hotel Dalton, Kota Makassar, Jumat (22/5/2026).
Acara dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap Adhy Kusumo Wibowo, Kapolres Sidrap Fantry Taherong, dan Dandim 1420/Sidrap Andi Zulhakim Asdar.
Turut mendampingi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Ibrahim, serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Andi Safari Renata.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia beserta jajaran atas realisasi bantuan sektor pertanian di Kabupaten Sidrap.
Bantuan tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan menempatkan Sidrap sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan pada 2025.
“Bantuan tersebut telah dilaksanakan dan diterima masyarakat dengan baik sehingga sektor pertanian mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Sidrap tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2025,” ujar Syaharuddin.
Bupati Syaharuddin Alrif melaporkan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Sidrap hingga akhir Mei 2026 telah mencapai 45.000 hektare, atau lebih dari 60 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara itu, untuk program Cetak Sawah Rakyat tahun 2025, lahan yang terealisasi adalah seluas 860 hektare. Saat ini, sebagian besar lahan tersebut telah ditanami.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh lokasi cetak sawah mencapai 100 persen penanaman pada musim tanam kedua tahun ini.
Syaharuddin juga memaparkan hasil panen riil di lokasi cetak sawah tahun 2025, tepatnya di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas lahan di wilayah tersebut mencapai 7,3 ton gabah per hektare.
Angka ini menghasilkan estimasi pendapatan petani sebesar Rp57 juta per musim tanam.
“Hal ini membuktikan bahwa program cetak sawah mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani,” katanya.
Guna mendukung lahan sawah tadah hujan, Pemkab Sidrap menjalankan program optimasi lahan non-rawa. Program ini didukung oleh infrastruktur modern, seperti pompanisasi, pembangunan irigasi air tanah, serta program listrik masuk sawah dari PLN. Integrasi ini dinilai efektif dan efisien dalam menjaga ketersediaan air.
Selain memberikan kemandirian bagi petani dalam pengelolaan air, penggunaan listrik untuk sektor pertanian ini juga berdampak positif pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di sela kegiatan, Syaharuddin memberikan masukan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.
Ia meminta agar koordinasi pengerjaan saluran irigasi Bendung Sadang ditingkatkan, khususnya terkait jadwal penutupan air. Hal ini penting agar tidak mengganggu pelaksanaan Indeks Pertanaman (IP) Padi 300 di Kabupaten Sidrap.
Pada kesempatan itu juga diserahkan usulan kegiatan infrastruktur pertanian untuk tahun anggaran 2026 yang ditujukan kepada Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Makassar.
Usulan tersebut mencakup program irigasi perpompaan serta pembangunan sejumlah fasilitas konservasi air, seperti embung, dam parit, dan long storage.(MDS)









