Skandal Seleksi JPT Mamasa: Sekwan & Disdukcapil Masih “Kosong”, Politik Diduga Hambat Pelayanan Publik

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA, – Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di Kabupaten Mamasa menuai kritik keras.

Aktivis Rizkul menyoroti dua instansi strategis, Sekretariat DPRD dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), yang hingga kini belum jelas siapa pejabatnya.

Padahal, pada 16 Maret 2026 lalu, hasil seleksi tiga besar untuk 10 OPD telah diterima Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Ketua Tim Panitia Seleksi dan Kepala BKPSDM.

Dari 10 OPD tersebut, delapan sudah melantik pejabat baru, tapi dua instansi penting ini masih jadi misteri publik.

“Apakah memang belum ada yang lolos, atau sengaja ditunda karena kepentingan politik tertentu? Masyarakat berhak tahu!” tegas Rizkul.

Menurutnya, penundaan ini berpotensi mengganggu layanan publik. Terutama Disdukcapil, yang menjadi garda terdepan pelayanan administrasi kependudukan masyarakat.

Rizkul mendesak Bupati dan Wakil Bupati Mamasa untuk segera mengambil langkah tegas dan transparan.

“Jangan biarkan tarik-menarik politik mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik. Sekwan dan Disdukcapil jangan sampai jadi ajang permainan kepentingan elit!” kritiknya. Jumat,(29/5/2026).

Aktivis ini menekankan bahwa penetapan pejabat JPT bukan sekadar formalitas birokrasi, tapi krusial bagi kelancaran administrasi dan kepercayaan publik.

“Publik menunggu kepastian, bukan alasan birokrasi. Segera umumkan siapa yang akan menempati jabatan ini, sebelum pelayanan publik makin terganggu,” pungkas Rizkul. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *