MAJENE – Objek wisata Puncak Raja Bunga yang terletak di Desa Buttu Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, kini menjadi salah satu tempat rekreasi yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan. Di balik keindahan dan kenyamanan yang ditawarkan, tempat ini memiliki kisah perjuangan menarik untuk bisa hadir seperti saat ini.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Minggu, 14 Juni 2026 dengan pengelola tempat wisata, Daud, S.Pd., terungkap bahwa lahan tempat wisata ini dulunya merupakan tanah milik keluarga yang kondisinya rusak parah akibat peristiwa longsor. Ide untuk mengubahnya menjadi tempat wisata muncul dari kemenakannya yang saat itu berdomisili di Jakarta.
“Awalnya saya sering mengingatkan dia, punya uang tapi tidak ada aset yang jelas. Akhirnya kami sepakat mencari lokasi yang cocok, dan teringat pada tanah warisan orang tua ini. Lalu dimulailah proses pembangunannya sejak tahun 2015, dan baru resmi dibuka untuk umum pada tahun 2018,” ungkap Daud.
Sejak pertama kali beroperasi, antusiasme pengunjung terbilang sangat tinggi. “Dulu saat baru dibuka, kendaraan parkir antre panjang mulai dari jembatan masuk hingga ke area paling atas. Namun jumlah pengunjung sempat menurun drastis saat masa pandemi Corona,” tambahnya.
Kini setelah situasi kembali membaik, Puncak Raja Bunga kembali dipadati pengunjung. Kunjungan paling ramai terjadi pada hari Sabtu, Minggu, dan saat masa liburan sekolah. Sementara itu, pada hari biasa, jumlah pengunjung cenderung lebih sedikit.
Untuk harga tiket masuk, pengelola memberlakukan tarif yang terjangkau bagi semua kalangan, yaitu Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak, termasuk anak usia Taman Kanak-Kanak. Sumber air yang digunakan diambil dari permukaan tanah, sedangkan pengurusan perpajakan dan retribusi mengikuti ketentuan yang berlaku dari pemerintah daerah maupun provinsi.
Melihat kebutuhan dan masukan dari pengunjung, pengelola juga menyampaikan adanya rencana pengembangan ke depan. “Banyak pengunjung mengusulkan dibangunnya kolam renang khusus dengan standar latihan untuk dewasa dan anak-anak. Saat ini pun tempat ini sudah sering dimanfaatkan untuk latihan renang oleh anak-anak anggota kepolisian dan TNI,” jelas Daud.
Dalam menjalankan pengelolaan sehari-hari, keamanan, ketertiban, dan kebersihan menjadi prioritas utama. Pihak pengelola selalu mengingatkan setiap pengunjung untuk saling menjaga satu sama lain, tidak saling mendorong, serta ikut merawat kebersihan lingkungan agar Puncak Raja Bunga tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk dikunjungi oleh semua kalangan.
Laporan Tenri AYA/H.M.Yahya B



















