Aktivis GPMM Riskul S.H Soroti Proyek RSUD Kondosapata, Minta Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Diusut

MAMASA, KOSONGSATUNEWS.COM, – Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa (GPMM) Mamuju mendesak aparat penegak hukum (APH), BPH Migas, Pertamina, serta instansi terkait untuk segera melakukan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan penggunaan material ilegal dalam proyek pembangunan RSUD Kondosapata’ yang dikerjakan oleh PT Adi Persada Gedung

Ketua GPMM tersebut menegaskan bahwa dugaan pelanggaran dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa penegakan hukum yang jelas.

Ia meminta APH tidak menutup mata terhadap indikasi penyimpangan yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

“BBM bersubsidi adalah hak masyarakat kecil seperti nelayan, petani, dan pelaku UMKM. Tidak semestinya digunakan untuk kepentingan proyek besar yang dibiayai anggaran negara,” tegasnya.

Selain dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, Riskul juga menyoroti indikasi penggunaan material ilegal, termasuk pasir yang diduga berasal dari penambang tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), serta material yang tidak melalui uji laboratorium namun tetap digunakan dalam pembangunan RSUD Kondosapata’.

Riskul selaku GPMM menegaskan, jika Polres Mamasa tidak segera menindaklanjuti laporan dan dugaan tersebut, pihaknya akan membawa persoalan ini ke tingkat Polda Sulawesi Barat untuk ditindaklanjuti secara lebih serius.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan hukum. Jika di daerah tidak ada respons, maka kami akan naikkan ke Polda Sulbar,” tutupnya. Senin,(6/7/2026). (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *