PINRANG — Praktik lancung dugaan penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar kembali menggeliat di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Aktivitas ilegal pengisian solar subsidi menggunakan jeriken dalam skala besar secara terang-terangan terjadi di Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) 76.912.05, Dusun Tamappa, Desa Maritengngae, Kecamatan Suppa.
Ironisnya, bisnis gelap yang merugikan rakyat kecil ini diduga mulus beroperasi karena dikawal oleh oknum aparat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi sejak Rabu (5/7/2026), aktivitas pengisian jeriken secara masif ini bukan barang baru, melainkan sudah menjadi rutinitas harian di APMS tersebut. Praktik kongkalikong ini ditengarai melibatkan pihak manajemen APMS, para pelangsir, hingga penyedot solar subsidi.
”BBM subsidi yang mereka kuras itu kemudian dijual kembali ke pihak pengepul dengan harga non-subsidi,” ungkap salah satu sumber yang mengetahui persis alur permainan tersebut.
Ada Biaya ‘Pelicin’ per Jeriken
Investigasi lebih dalam mengungkap adanya dugaan pungutan liar atau ‘uang koordinasi’ agar para pelangsir bisa mendapatkan jatah solar subsidi. Setiap jeriken yang lolos pengisian wajib menyetor uang pelicin.
”Setiap satu jeriken dikenakan biaya supaya dapat giliran pengisian,” beber seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Mobil Industri PT Katana Global Trade Terpantau di Lokasi
Kejanggalan kian menguat saat tim melakukan investigasi langsung di lapangan pada Senin (13/7/2026). Tak jauh dari area APMS 76.912.05, ditemukan sebuah mobil industri milik PT Katana Global Trade tengah terparkir.
Keberadaan kendaraan industri di sekitar lokasi pengurasan solar subsidi ini memicu spekulasi kuat mengenai ke mana bermuaranya solar-solar subsidi yang dilangsir menggunakan jeriken tersebut. Diduga kuat, solar subsidi ini sengaja dialihkan untuk memasok kebutuhan industri.
Hingga berita ini ditayangkan, pengelola APMS 76.912.05, pihak PT Katana Global Trade, maupun aparat berwenang yang disebut-sebut terlibat belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan verifikasi kepada pihak-pihak terkait guna mendapatkan klarifikasi berimbang.
(Tim)
Aroma Kongkalikong Solar Subsidi di Pinrang: Dikawal Oknum, Mengalir ke Industri?






















