Bahasa Bugis Terus Dihidupkan, Guru Pinrang Didorong Jadi Penggerak Literasi Bahasa Daerah

Pinrang.— Upaya menjaga Bahasa Bugis agar tetap digunakan dan dikenal oleh generasi muda terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Bahasa Bugis yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (28–29/8), di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang.

Kegiatan ini melibatkan 82 guru tingkat SD dan SMP yang berasal dari 12 kecamatan se-Kabupaten Pinrang.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat kembali pemahaman dan kemampuan dalam mengajarkan Bahasa Bugis kepada peserta didik.

Materi yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan, namun dapat diteruskan kepada para siswa melalui proses pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan generasi muda.

Pada pembukaan kegiatan, Kepala Bidang PTK Ridwan, S.Pd., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, mengungkapkan bahwa keberadaan bahasa daerah perlu mendapat perhatian bersama, khususnya di tengah perubahan pola komunikasi generasi muda yang semakin jarang menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Bahasa Bugis memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar sarana berkomunikasi. Di dalamnya terdapat nilai budaya, kearifan lokal serta berbagai pesan kehidupan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Olehnya itu, para guru diharapkan mampu menjadi penghubung antara generasi terdahulu dengan generasi penerus melalui pengenalan dan penggunaan Bahasa Bugis di lingkungan pendidikan.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mampu memahami bahasa daerahnya, tetapi juga tumbuh dengan rasa bangga terhadap budaya yang menjadi bagian dari jati dirinya.

Diseminasi ini juga memberikan manfaat dalam mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu.

Para guru diarahkan untuk membina siswa pada sejumlah bidang, di antaranya mendongeng, pidato, stand-up comedy, serta penulisan cerita pendek.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu membuat pembelajaran bahasa daerah menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Anak-anak tidak hanya belajar mengenai kosakata dan penggunaan Bahasa Bugis, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, kemampuan berbicara dan kemampuan menulis.

Melalui penguatan peran guru ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap Bahasa Bugis tetap menjadi bagian dari keseharian generasi muda.

Pelestarian bahasa daerah pun diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi sekaligus membentuk generasi yang mengenal, menghargai dan bangga terhadap identitas budaya daerahnya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah yang sebelumnya dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan Bahasa Bugis tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya di Kabupaten Pinrang.(*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *