Pinrang.– Rangkaian kunjungan kerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. H. Ramli Yunus, M.Kes., ke seluruh puskesmas di Kabupaten Pinrang berakhir di Puskesmas Salimbongan, Sabtu (12/9).
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Klaster yang berlangsung di Aula Puskesmas Salimbongan.
Sebelum mengikuti Lokmin, dr.Ramli bersama jajaran meninjau Pustu Malong di Desa Ulusaddang untuk melihat kesiapan pelayanan di wilayah tersebut.
Peninjauan ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan fasilitas tersebut sehingga masyarakat setempat, khususnya yang berada jauh dari pusat layanan kesehatan, memiliki akses pelayanan yang lebih mudah dan dekat.
Dalam evaluasi bersama jajaran Puskesmas Salimbongan, dr.Ramli menekankan agar setiap program kesehatan tidak berhenti pada pencapaian administrasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Percepatan penemuan dan penanganan TB, perluasan Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penguatan intervensi stunting menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan sekaligus deteksi masalah kesehatan sedini mungkin.
Capaian CKG Puskesmas Salimbongan sebesar 90 persen, yang merupakan capaian tertinggi di Kabupaten Pinrang, mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan.
Tingginya cakupan tersebut menunjukkan semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, sehingga faktor risiko maupun penyakit dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih berat.
Upaya penurunan stunting juga terus diperkuat. Dari angka 22,22 persen pada 2025, Kabupaten Pinrang menargetkan penurunan hingga di bawah 19 persen pada 2026.
Penguatan peran tenaga gizi, pemberian makanan tambahan, serta pendampingan keluarga berisiko diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas generasi Pinrang ke depan.
Pada penanganan TB, Dinas Kesehatan mendorong peningkatan kualitas pelacakan dan pemeriksaan agar masyarakat yang terindikasi dapat segera memperoleh pengobatan. Langkah ini sekaligus penting untuk mencegah penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dirinya juga meminta seluruh tenaga kesehatan menjaga kedisiplinan, etika pelayanan dan koordinasi lintas sektor. Menurutnya, kualitas pelayanan sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
“Lakukan yang kita tulis dan tulis yang kita lakukan. Semua persoalan pelayanan harus diselesaikan secara berjenjang dan setiap kebutuhan disampaikan secara terbuka agar dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan turut mengapresiasi inovasi Pusaka Sakti Puskesmas Salimbongan sebagai basis data terpadu.
Pemanfaatan data yang baik diharapkan membantu tenaga kesehatan menentukan sasaran intervensi secara lebih tepat, sehingga sumber daya yang tersedia benar-benar diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kunjungan di Salimbongan menjadi titik ke-19 sekaligus penutup roadshow puskesmas se-Kabupaten Pinrang.
Rangkaian ini menjadi bagian dari upaya memastikan program kesehatan berjalan efektif di lapangan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan kendala agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus diperbaiki.
Dengan penguatan pelayanan, pemanfaatan data, deteksi dini penyakit, serta peningkatan akses hingga wilayah terpencil, Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang terus mendorong agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, cepat ditangani, dan memberikan manfaat nyata bagi kualitas hidup masyarakat.(*)














