SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., mendorong mahasiswa Bisnis Digital untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai peluang membangun usaha sejak bangku kuliah.
Hal itu disampaikan Rusdi saat membuka kegiatan Training Digital Business (TDB) yang digelar Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HIMABISDIG), Program Studi Bisnis Digital FEB UMS Rappang, di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Collaborative Digitalpreneur: Kreatif, Kolaboratif, Berdampak Nyata” tersebut diikuti mahasiswa baru Program Studi Bisnis Digital. Turut hadir Ketua Program Studi Bisnis Digital Andi Riska Andreani Syafaruddin, S.E., M.Ak., sejumlah dosen, serta pengurus HIMABISDIG.
Rusdi mengapresiasi pelaksanaan TDB yang dinilai menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas sekaligus memahami peluang bisnis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, transformasi digital telah membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk membangun usaha tanpa harus menunggu menyelesaikan pendidikan.
“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Kita mengharapkan mahasiswa tampil sebagai pelaku dan perintis usaha melalui media sosial maupun e-commerce,” kata Rusdi.
Dia mengatakan berbagai platform digital, mulai dari Instagram, TikTok, Facebook, WhatsApp hingga marketplace, dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperkenalkan produk, membangun pasar, sekaligus mengembangkan bisnis.
Rusdi menilai perkembangan bisnis digital juga terlihat dari semakin banyaknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beralih dari pola pemasaran konvensional ke digital.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi peluang yang seharusnya ditangkap mahasiswa, khususnya mahasiswa Bisnis Digital.
“Teknologi ini sejatinya bagi mahasiswa Bisnis Digital harus dijadikan senjata yang ampuh dan unggul untuk merintis bisnis. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan cuan melalui digital,” ujarnya.
Dia juga mendorong mahasiswa baru untuk mulai membangun usaha dari hal-hal sederhana. Menurutnya, bisnis tidak harus dimulai dengan modal besar, tetapi dapat dikembangkan secara bertahap dengan memanfaatkan kemampuan dan teknologi yang tersedia.
“Harapan kami, saat sudah menjalani semester dua atau tiga, mahasiswa sudah memiliki bisnis sejak kuliah dan mulai merintis usahanya melalui teknologi,” katanya.
Rusdi berharap mahasiswa Bisnis Digital UMS Rappang nantinya tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu menciptakan inovasi dan peluang usaha melalui ekosistem digital.
“Jangan sampai kita hanya menjadi followers, pengikut dan pengguna teknologi yang sudah diciptakan orang lain. Kita mengharapkan mahasiswa tampil sebagai pelaku dan perintis usaha di media sosial,” pungkasnya.
Melalui Training Digital Business, mahasiswa baru diharapkan memiliki wawasan awal mengenai bisnis digital sekaligus terdorong untuk membangun pola pikir digitalpreneur yang kreatif, kolaboratif, dan mampu menghasilkan dampak nyata.(MDS)














