Empat Utusan UMS Rappang Ikuti PINAS Regional Indonesia Timur di Makassar 

SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengirim empat utusan untuk mengikuti Pelatihan Instruktur Nasional (PINAS) Regional Indonesia Timur dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Wilayah Sulawesi Selatan di Makassar.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 25-30 September 2026 di Unismuh dan diikuti sejumlah perwakilan PTMA serta unsur MPKSDI dari berbagai wilayah Indonesia Timur.

Empat utusan UMS Rappang yang mengikuti PINAS yakni Yayuk Astuti, S.Pd., M.A.P.; Dr. Ir. Drs. H. Muh Thamrin, S.T., M.M., I.P.P.; Kamal, S.Pd., M.Pd.; dan Syahrir L., S.Pd., M.Pd.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya UMS Rappang meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keinstrukturan dan perkaderan Muhammadiyah.

PINAS tahun ini mengangkat tema “Instruktur Hebat Berdampak, Kader Unggul Berkemajuan.” Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi instruktur agar mampu merancang, mengembangkan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses perkaderan Muhammadiyah secara sistematis.

Salah seorang peserta dari UMS Rappang, Syahrir L., S.Pd., M.Pd., mengatakan PINAS menjadi ruang penting untuk meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus kompetensi sebagai instruktur.

“Pelatihan Instruktur Nasional ini menjadi ruang yang sangat penting bagi kami untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan dan kompetensi sebagai instruktur. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman mengenai sistem perkaderan Muhammadiyah, tetapi juga memberikan pengalaman dalam merancang, mengelola, melaksanakan, hingga mengevaluasi proses pelatihan secara lebih sistematis dan profesional,” kata Syahrir.

Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di lingkungan UMS Rappang dan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi peserta secara individual.

“Harapannya, seluruh pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang kami peroleh dalam PINAS ini dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan di UMS Rappang. Dengan demikian, keikutsertaan kami tidak hanya memberikan manfaat secara personal, tetapi juga dapat memperkuat kualitas perkaderan, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi institusi bagi Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, PINAS membekali peserta dengan wawasan ideologi dan sistem perkaderan Muhammadiyah sekaligus kompetensi teknis keinstrukturan.

Sejumlah materi yang diberikan antara lain Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, Risalah Islam Berkemajuan, Sistem Perkaderan Muhammadiyah, kurikulum dan materi perkaderan, profil dan kompetensi instruktur, manajemen perkaderan, metode pembelajaran, serta teori dan konsep evaluasi.

Peserta juga mengikuti kegiatan praktik, seperti desain kegiatan perkaderan, praktik pembelajaran dan evaluasi, desain outbound, Tadarus Fathul Qulub, praktik keberagamaan, penyusunan rencana tindak lanjut, hingga microteaching.

Proses pembelajaran menggunakan pendekatan orang dewasa dan partisipatoris-dialogis. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan tanya jawab, diskusi kelompok, penugasan, seminar, workshop, serta simulasi.

Melalui keikutsertaan empat utusan tersebut, UMS Rappang berharap kompetensi yang diperoleh dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat sistem perkaderan sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus dan Persyarikatan Muhammadiyah.(MDS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *