Tim Hilirisasi UMS Rappang Matangkan Pengembangan SIBERAS di Tiga Desa Mitra

SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM,  — Tim Hilirisasi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus mematangkan pengembangan platform SIBERAS untuk mendukung digitalisasi tata kelola pemerintahan desa dan BUMDes.

Pengembangan tersebut dilakukan bersama tiga desa mitra, yakni Desa Bulo, Desa Kalosi Alau, dan Desa Sipodeceng. Tim yang diketuai Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., saat ini fokus memetakan proses bisnis sekaligus menyempurnakan spesifikasi kebutuhan operasional SIBERAS.

Ketua Tim Hilirisasi UMS Rappang, Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, mengatakan pengembangan SIBERAS dilakukan dengan melihat secara langsung kebutuhan masing-masing desa.

“Kami ingin memastikan SIBERAS yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Karena setiap desa memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, maka proses pemetaan ini menjadi bagian penting sebelum sistem diterapkan lebih luas,” kata Prof. Jamaluddin.

Menurutnya, pengembangan SIBERAS tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan teknologi. Sistem tersebut juga membutuhkan tata kelola, pendampingan, dan prosedur operasional yang jelas agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa dan BUMDes.

“SIBERAS bukan hanya soal membangun sebuah aplikasi atau platform digital. Yang lebih penting adalah bagaimana sistem ini bisa digunakan, dikelola, dan memberikan manfaat bagi pemerintah desa maupun BUMDes,” ujarnya.

Dari hasil pemetaan, terdapat sejumlah kebutuhan prioritas yang menjadi perhatian dalam pengembangan SIBERAS. Di antaranya penguatan penggunaan dan pendampingan sistem, administrasi pemerintahan desa, layanan dan transaksi digital BUMDes, pengelolaan data, hingga penyempurnaan fitur pendukung tata kelola pemerintahan desa.

Di Desa Bulo, kebutuhan pengembangan diarahkan pada sosialisasi dan pendampingan penggunaan SIBERAS, penguatan transaksi digital BUMDes, rekapitulasi keuangan, serta aspek keamanan sistem.

Sementara itu, Desa Kalosi Alau menekankan kebutuhan pada penyempurnaan format surat dan berita desa, pengelolaan database PKK, serta pengelolaan data anak tidak bersekolah.

Adapun Desa Sipodeceng memprioritaskan sosialisasi dan pendampingan serta pengaktifan kembali SIBERAS untuk mendukung pelayanan dan administrasi pemerintahan desa.

Prof. Jamaluddin menambahkan, hasil pemetaan dari ketiga desa tersebut akan menjadi dasar dalam menyempurnakan spesifikasi sistem sekaligus menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) SIBERAS.

“Hasil pemetaan dari tiga desa ini akan kami jadikan dasar untuk menyempurnakan spesifikasi sistem dan menyusun SOP. Harapannya, ketika SIBERAS diterapkan, sudah ada mekanisme yang jelas terkait penggunaan sistem, pengelolaan data, pengguna, maupun pelayanan digital,” jelasnya.

SOP tersebut nantinya mengatur mekanisme penggunaan sistem, pengelolaan data administrasi desa dan BUMDes, pengelolaan pengguna, hingga pelaksanaan pelayanan berbasis digital.

Tim Hilirisasi UMS Rappang selanjutnya akan menyusun dan menyempurnakan draft SOP berdasarkan hasil pemetaan serta kesepakatan bersama desa mitra.

“Tahapan berikutnya adalah menyelesaikan draft SOP bersama mitra. Kami berharap proses ini dapat memperkuat kesiapan SIBERAS sehingga implementasinya bisa berjalan secara terstruktur, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Prof. Jamaluddin.

Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkuat penerapan SIBERAS di Desa Bulo, Desa Kalosi Alau, dan Desa Sipodeceng.

Program hilirisasi aplikasi SIBERAS UMS Rappang didanai LPDP Kementerian Keuangan melalui skema Program Hilirisasi Riset Prioritas-Sinergi 2026.(MDS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *