SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., menyematkan gelar “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” kepada Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif.
Hal tersebut disampaikan Abdul Jabbar dalam sambutannya pada Perayaan HUT ke-66 Karang Taruna tingkat Kabupaten Sidrap yang berlangsung di Aula SAROMASE SKPD Kabupaten Sidrap.
Menurut Abdul Jabbar, penyematan gelar tersebut bukan sekadar ungkapan seremonial, tetapi merupakan bentuk apresiasi Karang Taruna terhadap capaian pembangunan ekonomi Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah.
“Pada momentum HUT ke-66 Karang Taruna ini, kami memberikan apresiasi kepada Bapak Bupati Syaharuddin Alrif sebagai Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia. Ini bukan gelar formal pemerintahan, tetapi bentuk penghormatan dan apresiasi kami atas capaian serta orkestrasi pembangunan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Sidrap,” ujar Abdul Jabbar.
Sidrap Jadi Perhatian di Forum Nasional
Abdul Jabbar menjelaskan, apresiasi tersebut memiliki sejumlah alasan yang menurutnya sangat kuat.
Pertama, Sidrap semakin sering menjadi perhatian dalam forum-forum pembangunan ekonomi tingkat nasional maupun regional. Capaian pertumbuhan ekonomi Sidrap bahkan telah menjadi bahan pembahasan dalam berbagai forum yang melibatkan pemerintah pusat.
Ia menyebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, sebagai salah satu pejabat nasional yang memberikan perhatian terhadap capaian ekonomi Sidrap.
Capaian pertumbuhan ekonomi Sidrap sebesar 7,71 persen pada 2025, berdasarkan data BPS, menjadi yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
“Bahkan dalam berbagai forum, Sidrap sudah mulai dijadikan contoh bagaimana sebuah daerah dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dengan mengoptimalkan potensi lokal. Ini yang menurut kami luar biasa,” kata Abdul Jabbar.
Perhatian terhadap Sidrap juga datang dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Dalam forum percepatan pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi di Makassar, Bima Arya menyebut Sidrap sebagai salah satu contoh daerah yang mampu membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi melalui penguatan potensi lokal dan hilirisasi pangan.
“Ketika Wakil Menteri Dalam Negeri menyampaikan Sidrap sebagai contoh dalam forum nasional/regional terkait percepatan ekonomi, maka kita harus melihat ini sebagai momentum. Sidrap bukan hanya berbicara untuk Sidrap, tetapi sudah mulai menjadi pembelajaran bagi daerah lain,” ujarnya.
7 Persen yang Dicapai Lebih Cepat
Alasan kedua, menurut Abdul Jabbar, adalah kecepatan pencapaian target pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai capaian 7,71 persen menjadi sangat berarti jika dikaitkan dengan arah pembangunan daerah yang telah direncanakan.
“Dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi sekitar 7 persen merupakan bagian dari target pembangunan yang hendak dicapai secara bertahap. Tetapi faktanya, angka 7 persen itu sudah kita lampaui pada tahun pertama pemerintahan Bapak Syaharuddin Alrif dan Ibu Nurkanaah,” katanya.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Sidrap pada 2025 mencapai 7,71 persen, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Bagi Abdul Jabbar, capaian tersebut menunjukkan adanya akselerasi pembangunan yang signifikan.
“Ini bukan sekadar angka. Ini menunjukkan bahwa ada orkestrasi kebijakan, ada sinergitas, ada kolaborasi, dan ada partisipasi masyarakat yang berjalan secara simultan,” tegasnya.
Pemerintah Tidak Bekerja Sendiri
Abdul Jabbar menegaskan bahwa capaian ekonomi tersebut tidak dapat dilepaskan dari kontribusi berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah berperan sebagai orkestrator, tetapi pertumbuhan ekonomi lahir dari kerja bersama antara pemerintah, petani, peternak, pelaku UMKM, dunia usaha, akademisi, pemuda, organisasi masyarakat, tokoh agama dan seluruh masyarakat.
“Bupati adalah orkestratornya, pemerintah adalah penggeraknya, tetapi masyarakat adalah pemain utamanya. Karena itu, angka 7,71 persen bukan milik pemerintah saja. Ini adalah hasil kerja kolektif masyarakat Sidrap,” ujarnya.
Akademi asal UMS Rappang ini juga menambahkan, Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan memiliki kepentingan besar agar pertumbuhan ekonomi daerah mampu menciptakan ruang yang lebih luas bagi generasi muda.
“Pertumbuhan ekonomi telah membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan produktivitas petani dan peternak, serta membuka ruang bagi anak-anak muda Sidrap untuk menjadi pelaku ekonomi,” jelasnya.
14 Program Prioritas Jadi Instrumen Percepatan
Abdul Jabbar juga mengaitkan capaian tersebut dengan 14 program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidrap yang telah dicanangkan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah.
Menurutnya, 14 program tersebut merupakan instrumen kebijakan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan, UMKM, lapangan kerja, infrastruktur, keamanan, hingga lingkungan dan ketangguhan bencana.
“Yang menarik adalah bagaimana visi besar itu diterjemahkan menjadi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketika program pemerintah mampu menjawab kebutuhan publik, maka kepercayaan masyarakat tumbuh dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga semakin kuat,” katanya.
Karena itu, Abdul Jabbar menilai capaian ekonomi Sidrap harus dibaca sebagai hasil dari sinergitas antara kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat.
“Pembangunan tidak mungkin berhasil kalau pemerintah bekerja sendiri. Pemerintah membutuhkan masyarakat, dan masyarakat membutuhkan pemerintah yang mampu mengorkestrasi seluruh potensi yang ada,” ujarnya.
Penghargaan dan Pengakuan
Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut juga telah mendapatkan pengakuan melalui penghargaan pemerintah daerah.
Pemkab Sidrap sebelumnya menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kategori Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Bagi Abdul Jabbar, penghargaan tersebut merupakan penguatan atas capaian pembangunan yang telah dicapai.
“Penghargaan itu adalah bentuk pengakuan. Tetapi bagi kami, penghargaan terpenting adalah ketika masyarakat merasakan perubahan dan manfaat pembangunan,” katanya.
Dari Sidrap untuk Indonesia
Abdul Jabbar berharap capaian tersebut tidak membuat pemerintah dan masyarakat Sidrap berpuas diri.
Sebaliknya, angka 7,71 persen harus menjadi energi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi agar semakin inklusif dan berkelanjutan.
“Kalau hari ini kami menyebut Bapak Syaharuddin Alrif sebagai Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia, maka sesungguhnya kami sedang memberikan apresiasi terhadap sebuah model kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa gelar tersebut bukan hanya tentang sosok Bupati.
“Pada akhirnya, gelar ini juga kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Sidrap. Karena pemerintah boleh membuat kebijakan, tetapi masyarakatlah yang menggerakkan roda ekonomi. Petani, peternak, UMKM, pengusaha, pemuda dan seluruh masyarakat adalah bagian dari keberhasilan ini,” tegas Abdul Jabbar.
Ia berharap Sidrap dapat terus menjadi salah satu daerah yang memberikan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.
“Dari Sidrap kita ingin menunjukkan bahwa daerah dengan potensi lokal yang kuat, kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi, kolaborasi yang solid dan partisipasi masyarakat yang tinggi mampu menciptakan percepatan pembangunan. Inilah semangat Sidrap Maju dan Sejahtera,” pungkasnya.(MDS)












