MAKASSAR, kosongsatunews.com –Makassar berduka atas wafatnya salah satu figur penting dalam pemerintahan kota. Dewa Widya Dharma, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Makassar, meninggal dunia pada Senin pagi, 9 September 2024, di Rumah Sakit Grestelina. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, meninggalkan kesedihan mendalam bagi rekan kerja, keluarga, dan kerabat almarhum.
Berita duka ini pertama kali disampaikan oleh Supriadi melalui grup WhatsApp. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Kabag Perekonomian Pemkot Makassar,” tulisnya, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh anggota grup.
Sepanjang kariernya, Dewa Widya Dharma dikenal sebagai sosok yang penuh dedikasi dan berperan penting dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada pengembangan ekonomi Kota Makassar. Kepergiannya menimbulkan duka mendalam di berbagai kalangan, termasuk ADHI Spd, yang mengungkapkan rasa kehilangan mendalam.
Pj. Bupati Sinjai, TR. Fahsul Falah, juga turut mengucapkan belasungkawa atas kepergian Dewa Widya Dharma. “Kami sangat berduka atas kehilangan ini. Dewa Widya Dharma telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi di Kota Makassar. Semoga amal baik beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap TR. Fahsul Falah dalam pernyataannya.
Dalam catatan kariernya, almarhum pernah menjadi ajudan Andi Rudiyanto Asapa, mantan Bupati Sinjai dua periode.
“Kami sangat kehilangan sosok seperti Dewa Widya Dharma, yang selalu berpikir maju dan berdedikasi penuh dalam pekerjaannya,” ungkap ADHI Spd dalam sebuah pernyataan terpisah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Syuaib, juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Dewa Widya Dharma. Irwan mengenang sosok Dewa saat masih menjadi ajudan Andi Rudianto Asapa, mantan Bupati Sinjai, ketika dirinya menjabat sebagai Kasubag Humas Pemkab Sinjai. Menurutnya, Dewa adalah pribadi yang loyal dan berdedikasi tinggi, tidak hanya dalam menjalankan tugasnya mendampingi pemimpin, tetapi juga dalam setiap upaya untuk memajukan daerah. Kepergian Dewa dianggap sebagai kehilangan besar bagi banyak pihak, dan Irwan berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Sosok Dewa akan selalu menjadi teladan bagi banyak orang yang mengenalnya.
Rencana pemakaman almarhum akan dihadiri oleh rekan-rekan kerja dan anggota masyarakat sebagai bentuk penghormatan terakhir. Kepergian Dewa Widya Dharma merupakan kehilangan besar bagi Kota Makassar, namun jasa dan warisannya dalam perekonomian akan selalu dikenang.
Meninggalnya Dewa Widya Dharma menjadi pengingat akan pentingnya peran setiap individu dalam memajukan masyarakat, dan ia akan dikenang sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan(Yusuf Buraerah)








