MAKASSAR –14 september 2026 Merespons pernyataan resmi hasil pertemuan antara Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC 1 Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang dilaporkan media Tribun Timur,pada (10/9/2026) Satbas Banteng Subsidi menerima informasi tersebut namun akan melakukan pengecekan ulang secara mandiri di lapangan guna menjamin kebenaran dan keadilan.
Berdasarkan laporan yang dikutip:
✅ Penilaian Pihak Pengelola & Penyalur: Antrean panjang di 146 SPBU wilayah Sulselbar dinilai murni akibat kepanikan konsumen atau panic buying, bukan kendala aliran pasokan dari depot.
✅ Jaminan Ketersediaan: Stok BBM ditambah 10–15% melebihi kebutuhan normal (mencapai 2,185 juta kilo liter), pasokan LPG 3 Kg khusus Makassar mendapat tambahan aliran 30–50 persen.
✅ Perluasan Pelayanan: Layanan SPBU buka 24 jam ditingkatkan dari 14 menjadi 25 titik di kawasan Makassar dan sekitarnya. Hal ini disampaikan oleh Pjs. Manajer Komunikasi Galarizky Wirgaharu Putra serta dikonfirmasi Ketua Hiswana Migas Makassar Chairul Aqmal.
Tanggapan Satbas Banteng Subsidi:
“Kami mencatat pernyataan resmi tersebut sebagaimana dimuat Tribun Timur. (10/9/2026) Satbas akan memantau bukti nyata di lapangan: apakah penambahan stok benar merata, antrean segera terurai, serta tuduhan penyimpangan/pelambanan layanan yang dilaporkan masyarakat benar-benar hilang. Jangan sampai hanya tercatat di atas kertas, namun kenyataan di SPBU tetap menyusahkan rakyat.”
Satbas mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, membandingkan pengumuman resmi dengan kenyataan yang dialami sehari-hari. Jika kelambatan, kekurangan petugas, atau ketidakjelasan harga masih terjadi, kami siap menampung dan menindaklanjuti laporan warga secara terbuka dan bertanggung jawab
Satuan Basis Banteng Subsidi – Mata & Telinga Pengawasan Energi Rakyat Sulawesi, terjun lakukan investigasi bila di perlukan Rakyat dan genting.(**)














