KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA – Dugaan kasus pengeroyokan yang melibatkan oknum aparat kembali mencoreng rasa keadilan masyarakat. Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, melontarkan sorotan keras terhadap insiden yang diduga dilakukan oleh oknum TNI terhadap seorang warga di Kabupaten Mamasa.
Peristiwa tersebut disebut-sebut terjadi saat oknum aparat berada dalam kondisi tidak sadar atau mabuk, hingga berujung pada tindakan kekerasan terhadap warga sipil. Ryan menilai kejadian ini sebagai bentuk pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi.
“Kami mengecam keras tindakan tidak terpuji tersebut. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan terhadap warga sipil, apalagi dilakukan oleh aparat yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat,” tegas Ryan.
Ia menambahkan, tindakan tersebut tidak hanya mencederai korban, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara. Menurutnya, aparat seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, bukan justru menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Ryan juga menyoroti adanya dugaan upaya pembungkaman terhadap kerja-kerja jurnalistik dalam mengungkap kasus ini. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah awak media diduga mengalami intimidasi, ancaman, hingga tekanan saat mencoba melakukan peliputan.
“Kebebasan pers adalah pilar utama demokrasi. Segala bentuk intimidasi terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa dibenarkan dalam negara hukum,” ujarnya dengan nada tegas.
Sinergi Muda Mamasa mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil langkah konkret dengan melakukan investigasi secara transparan dan profesional. Mereka juga meminta agar oknum yang terlibat, baik dalam tindakan kekerasan maupun intimidasi terhadap pers, diproses hukum secara tegas tanpa pandang bulu.
Selain itu, Ryan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi sipil dan insan pers, untuk turut mengawal jalannya proses hukum agar tetap objektif dan terbuka.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kasus ini. Jangan sampai ada upaya menutupi kebenaran. Keadilan harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan publik,” tutupnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Mamasa dan diharapkan segera mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum serta institusi terkait guna memastikan keadilan benar-benar ditegakkan. (Ayu)





