SPBU Nelayan Pangali-Ali Hampir Rampung

MAJENE – Pengelola SPBU yang berlokasi di lingkungan Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, tengah menyelesaikan tahap akhir pembenahan fasilitas. Hingga saat ini, SPBU tersebut belum dapat beroperasi karena harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis dan administrasi yang ditetapkan oleh pihak Pertamina.

Budi Mawansar, selaku pengelola SPBU, menjelaskan hal tersebut kepada awak media, Senin (5/5/2026). Ia memaparkan bahwa ada sebanyak 20 poin perbaikan yang wajib dipenuhi agar SPBU mendapatkan izin operasional.

“Sampai saat ini kita belum beroperasi karena masih dalam tahap proses pembenahan. Ada dua puluh poin yang diminta oleh pihak Pertamina yang harus kita penuhi,” ujar Budi Mawansar.

Beberapa poin perbaikan yang telah dikerjakan antara lain pembersihan parit, perapihan instalasi jaringan listrik, hingga perbaikan stiker dan fasilitas pendukung lainnya.

Salah satu kendala yang sempat memakan waktu cukup lama adalah proses pengurusan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi. Namun, kabar baiknya saat ini surat rekomendasi tersebut sudah keluar dan diterima.

“Yang kemarin agak lama prosesnya itu rekomendasi dari DKP Provinsi. Tapi Alhamdulillah sekarang suratnya sudah ada dan keluar. Itu saja yang tadinya agak memakan waktu,” tambahnya.

Saat ini, progres perbaikan sudah mencapai tahap akhir atau hampir selesai. Setelah seluruh poin pembenahan rampung dikerjakan, pihak pengelola akan segera mengajukan laporan penyelesaian kembali ke Pertamina untuk dilakukan verifikasi.

“Dari dua puluh poin itu sekarang sudah hampir selesai. Kalau sisa perapihan sudah selesai semua, kita akan ajukan kembali ke Pertamina bahwa syarat-syarat sudah diperbaiki. Insya Allah dalam waktu dekat sudah bisa beroperasi melayani masyarakat,” jelasnya.

Budi juga mengaku pihaknya sangat berempati dengan para nelayan dan masyarakat yang sudah lama menunggu keberadaan SPBU ini. Banyak yang terus menanyakan kapan SPBU akan buka karena sangat membutuhkan pasokan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

“Kita juga tidak enak, para nelayan setiap hari menanyakan dan mengeluh kenapa belum ada pelayanan. Kami juga ingin sekali secepatnya beroperasi. Mudah-mudahan setelah semua syarat terpenuhi, kami bisa segera melayani,” pungkasnya.

Dengan selesainya tahap perbaikan dan keluarnya rekomendasi penting, diharapkan SPBU Pangali-Ali dapat segera beroperasi dan membantu kelancaran aktivitas masyarakat serta nelayan setempat.

Tenri AYA/H.Yahya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *