Perpisahan dan Ramah Tamah, Ikatan Abadi: Mahasiswa KKN Universitas Tomakaka Tinggalkan Jejak Manfaat di Galung

KOSONGSATUNEWS.COM, MAJENE – Suasana haru dan kehangatan menyelimuti Aula Kantor Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Di tempat itu digelar acara Ramah Tamah dan Perpisahan sekaligus penyerahan cendera mata, menandai berakhirnya masa pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tomakaka Angkatan XVIII Tahun 2026. Perpisahan ini bukanlah akhir hubungan, melainkan awal persaudaraan yang diharapkan terus terjalin erat antara mahasiswa dan seluruh masyarakat setempat.

Acara dihadiri oleh Camat Banggae, H.M. Syahid, S.Ag., Lurah Galung, Aphdaluddin, S.Pd., M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan, Bhabinkamtibmas, para Kepala Lingkungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Galung, ibu-ibu Majelis Taklim, para mahasiswa peserta KKN, serta berbagai unsur masyarakat dan undangan lainnya. Kehadiran para pemimpin wilayah dan tokoh warga menjadi bukti besarnya perhatian dan dukungan terhadap kegiatan pengabdian ini.

Dalam sambutannya, Lurah Galung, Aphdaluddin, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam. Beliau mengapresiasi peran Bapak Pendamping dan Dosen Pembimbing yang senantiasa membimbing, sehingga seluruh program kerja berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para Kepala Lingkungan, Ketua PKK, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah mendampingi, menjaga kenyamanan, serta memberi semangat kepada para mahasiswa.

Khusus kepada Saudara Sihab, pemilik rumah yang dijadikan posko tinggal dan pusat kegiatan, disampaikan penghargaan istimewa. “Di rumahmu, di setiap sudut dan momen kebersamaan, tersimpan kenangan indah yang takkan terlupakan. Engkau adalah tuan rumah utama yang menjadikan tempat ini terasa seperti rumah sendiri bagi anak-anak kita,” ujar Lurah.

Beliau juga mengenang awal kedatangan mahasiswa yang sempat terasa asing dan canggung. Namun seiring berjalannya waktu, keakraban tumbuh pesat hingga akhirnya Kelurahan Galung bukan lagi sekadar lokasi tugas, melainkan tempat istimewa yang melekat di hati mereka. “Ilmu sejati tidak hanya didapat di kampus, namun justru saat kalian mengabdi dan hidup bersama masyarakat. Pengalaman ini adalah bekal kehidupan yang sangat berharga,” pesan Lurah kepada para mahasiswa.

Sementara itu, Camat Banggae, H.M. Syahid, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa pertemuan malam itu harus berlanjut terus-menerus. “Ketika adik-adik kembali ke kampus, ingatlah selalu Galung. Jika suatu saat melintas di sini, mampirlah, tengok kami. Mari jalin hubungan untuk saling mengisi, saling memberi, dan bertukar informasi,” ajaknya.

Pemerintah Kecamatan Banggae juga menyampaikan rasa syukur karena kembali dipercaya Universitas Tomakaka sebagai lokasi pengabdian. “Saya melihat adik-adik ceria, gembira, dan tidak mengalami kendala berarti. Ini membuktikan masyarakat kami sangat terbuka dan menyambut baik kehadiran anak-anak muda yang ingin mengabdi. Semoga tahun depan kami tetap dijadikan prioritas,” harap Camat, seraya menyampaikan salam hangat untuk pimpinan universitas.

Beliau juga mengapresiasi perkembangan Universitas Tomakaka yang kini telah memiliki program Pascasarjana dengan sistem pembelajaran fleksibel, bisa daring maupun luring. Hal ini dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat Majene dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus pergi jauh ke luar daerah. “Kami sudah membuktikan sendiri: adik-adik Tomakaka sangat baik dan mampu menerapkan ilmu secara nyata. Salah satu karya hebat adalah pembuatan tempat sampah dari bahan bambu lokal, kreativitas yang luar biasa dibanding tempat lain yang umumnya memakai bahan bekas,” puji beliau, lalu berpesan agar inovasi tersebut terus dikembangkan oleh warga.

Di penghujung acara, dilakukan penyerahan cendera mata dari pihak mahasiswa kepada Pemerintah Kelurahan Galung dan para Kepala Lingkungan sebagai tanda kenang-kenangan. Sebaliknya, masyarakat pun mendoakan dan mengantar kepergian mereka dengan harapan agar kelak bisa kembali lagi ke sini, bukan lagi sebagai peserta KKN, melainkan sebagai anak-anak yang pulang mengunjungi rumah kedua dan keluarga besar mereka di Galung.

Perpisahan ini hanyalah perpisahan sementara. Pintu Kelurahan Galung dan Kecamatan Banggae dipastikan akan selalu terbuka lebar, menjaga ikatan persaudaraan yang telah dibangun, dan menjadikan masa pengabdian ini sebagai babak indah yang tak akan hilang dari ingatan kedua belah pihak.

(Tenri AYA/H.M.Yahya.B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *