Pinrang.— Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hingga ke tingkat masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Kesehatan.
Salah satunya dengan memastikan setiap Puskesmas mampu menjalankan program kesehatan secara optimal, sekaligus cepat merespons berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
Hal tersebut dilakukan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr. H. Ramli Yunus, M.Kes., melalui kunjungan kerja sekaligus Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Kluster di Puskesmas Lanrisang, Rabu (2/9).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pemantauan terhadap perkembangan program sekaligus ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Kadis Kesehatan didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan sekaligus Koordinator Tim TPCB Anggrek, dr. Amtsyir Muhadi, M.Adm.Kes. Keduanya diterima Kepala Puskesmas Lanrisang, drg. Bertha Yestiani, M.Kes., bersama jajaran tenaga kesehatan.
Dr. Ramli mengungkapkan, kunjungan ke Puskesmas Lanrisang merupakan rangkaian roadshow yang telah memasuki kunjungan ke-17 dari 19 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pinrang.
Selain membangun komunikasi dengan tenaga kesehatan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk melihat perkembangan capaian program hingga Agustus 2026.
Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih jajaran Puskesmas Lanrisang patut diapresiasi, termasuk inovasi Buser Desa yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kerja keras seluruh jajaran tentu sangat kami apresiasi. Yang sudah baik harus dipertahankan dan yang masih perlu dibenahi harus segera ditingkatkan, sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dan berkualitas,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, perhatian juga diberikan terhadap sejumlah program prioritas kesehatan, termasuk penanganan Tuberkulosis (TB).
Menurutnya, pelayanan bagi masyarakat yang mengalami TB tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi juga perlu dibarengi upaya menghilangkan stigma agar penderita tidak merasa dikucilkan dan dapat menjalani proses pengobatan dengan baik.
Sementara pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG), capaian Puskesmas Lanrisang yang telah memenuhi target mendapat apresiasi.
Capaian tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan karena pemeriksaan kesehatan secara dini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan memperoleh penanganan yang diperlukan.
Dr. Ramli juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kekompakan seluruh jajaran Puskesmas.
Menurutnya, suasana kerja yang baik akan sangat menentukan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Setiap kendala internal diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur yang tepat, sementara pelayanan kepada masyarakat harus tetap berpedoman pada standar pelayanan dan SOP yang berlaku.
Pembahasan kemudian diarahkan pada evaluasi masing-masing kluster. Setiap capaian, kendala dan kebutuhan yang ditemukan menjadi bahan untuk menentukan langkah perbaikan, sehingga persoalan pelayanan tidak berhenti pada tahap identifikasi, tetapi dapat segera ditindaklanjuti dengan solusi yang tepat.
Salah satu inovasi yang turut mendapat perhatian adalah Kopi Hati atau Kelompok Pemerhati Pencegahan dan Penanganan Stunting.
Program ini dinilai membantu memastikan pemberian makanan tambahan bagi sasaran dilakukan secara lebih terarah, sehingga intervensi terhadap anak yang membutuhkan dukungan gizi dapat diberikan secara tepat.
Di sisi lain, dr. Amtsyir Muhadi menekankan pentingnya menjadikan data sebagai dasar dalam menentukan langkah pelayanan kesehatan.
Penguatan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD), menurutnya, perlu terus dilakukan agar potensi peningkatan kasus dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang berharap seluruh Puskesmas semakin mampu memperkuat koordinasi, membaca kebutuhan masyarakat berdasarkan data, serta menghadirkan pelayanan yang cepat dan tepat sasaran.
Dengan penguatan pelayanan dari tingkat Puskesmas, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh akses kesehatan yang lebih mudah, tetapi juga mendapatkan layanan yang berkualitas, responsif dan berkelanjutan sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing. (**)











