MAKASSAR, KOSONGSATUNEWS.COM — Dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Dr. Yayuk Astuti, S.Pd., M.Si., menyampaikan pentingnya kesetaraan kesempatan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA).
Hal itu disampaikan Yayuk dalam sesi diskusi rangkaian Pelatihan Instruktur Nasional (PINAS) Regional Indonesia Timur dan PTMA se-Sulawesi Selatan 2026 yang digelar di Makassar.
Yayuk mengatakan pengembangan SDM di lingkungan PTMA perlu memberikan kesempatan yang setara bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun kader untuk meningkatkan kompetensi dan mengambil peran sesuai kapasitas serta profesionalitas masing-masing.
Menurutnya, pengembangan SDM tidak cukup hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan struktur organisasi. Lebih dari itu, institusi perlu membuka ruang yang adil bagi setiap individu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, dan kontribusinya.
“Kualitas PTMA sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, kesempatan untuk belajar, berkembang, meningkatkan kompetensi, dan mengambil peran harus diberikan secara proporsional dan berkeadilan,” kata Yayuk dalam forum tersebut.
Ia menilai PTMA memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pengembangan SDM yang inklusif dan berkelanjutan. Kesempatan yang setara dinilai penting agar setiap SDM dapat berkembang dan memberikan kontribusi optimal sesuai kompetensinya.
Yayuk juga menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang menghargai kompetensi, mendorong pengembangan kapasitas, serta memberikan ruang bagi setiap SDM untuk berkontribusi.
Menurutnya, penguatan SDM bukan hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan individu, tetapi juga menyangkut kemampuan institusi menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan profesional.
Keikutsertaan Yayuk dalam PINAS menjadi ruang bagi dosen UMS Rappang untuk bertukar gagasan dan pengalaman terkait pengembangan SDM dengan kader serta pengelola PTMA dari berbagai daerah.
Melalui forum tersebut, ia berharap isu kesetaraan kesempatan, profesionalitas, dan pengembangan SDM berkelanjutan semakin mendapat perhatian dalam penguatan tata kelola PTMA. (MDS)











