Ruas Jalan Ahmad Kirang Rusak, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Kosongsatunews.com, Majene- Salah satu Warga sekitar memberikan himbauan untui para pengendara, khususnya pengguna kendaraan bermotor roda dua, agar lebih berhati-hati dan mengurangi laju kendaraan saat melintas di Jalan Ahmad Kirang, Lingkungan Tundaq, yang merupakan salah satu jalan utama menuju Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Jalan tersebut diketahui cukup ramai dilalui oleh pengendara setiap hari, terutama oleh mahasiswa dan pelajar. Kondisi lalu lintas yang padat semakin berisiko karena terdapat beberapa lubang jalan yang cukup besar dan tajam pada salah satu ruas jalan.

Lubang-lubang tersebut sering kali tidak terlihat dari kejauhan, sehingga banyak pengendara yang melakukan pengereman mendadak ketika sudah berada sangat dekat dengan titik kerusakan. Situasi ini kerap menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan, oleng, bahkan terjatuh.

Sejumlah kecelakaan telah terjadi di lokasi tersebut. Meski sebagian besar masih tergolong kecelakaan ringan, kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan yang lebih besar apabila kerusakan jalan tidak segera diperbaiki.

Salah satu warga setempat mengaku telah menyaksikan secara langsung setidaknya tiga kejadian kecelakaan di lokasi tersebut. Beberapa korban mengalami luka di lutut dan mulut, bahkan ada yang kuku kakinya hampir lepas, serta kerusakan pada kendaraan.

Para korban juga sempat dievakuasi ke rumah warga untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kejadian terakhir terjadi sekitar tiga hari lalu pada malam hari, ketika seorang pengendara terjatuh dan mengalami luka di bagian lutut dan tangan.

Sebagai bentuk kepedulian, warga Lingkungan Tundaq sebelumnya telah melakukan perbaikan sementara secara swadaya dengan menimbun lubang menggunakan kerikil, pasir, dan tanah. Warga juga sesekali membersihkan kerikil dan sisa aspal yang berserakan di sekitar lokasi agar tidak membahayakan pengendara.

Melalui rilis ini, warga berharap pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut, mengingat jalan ini merupakan jalur poros utama menuju Unsulbar yang dilalui banyak masyarakat setiap hari.

Warga juga menilai bahwa laporan langsung dari masyarakat dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan. Dengan adanya partisipasi masyarakat, diharapkan pemerintah dapat lebih cepat mengetahui kondisi infrastruktur di lapangan sehingga perbaikan dapat segera dilakukan demi keselamatan bersama. (Muh.Aqil/H.Yahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *