Bupati Sidrap Puji Kreativitas Siswa SMPN 2 Watang Pulu Ubah Sampah Plastik Jadi Bernilai Jual

KOSONGSATUNEWS.COM, SIDRAP, — Kreativitas tanpa batas ditunjukkan oleh warga sekolah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Berkat keuletan tangan-tangan kreatif para siswa dan guru, tumpukan sampah plastik yang awalnya menjadi musuh lingkungan kini berhasil disulap menjadi produk bernilai estetika tinggi dan memiliki nilai ekonomis.

Aksi nyata peduli lingkungan ini pun langsung memantik kekaguman dan apresiasi setinggi langit dari orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Saat meninjau langsung hasil karya para siswa, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, langkah taktis yang diinisiasi oleh SMPN 2 Watang Pulu merupakan contoh riil yang harus ditularkan ke sekolah-sekolah lain.

“Sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini mampu diolah menjadi barang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi lingkungan sekolah,” ungkap Syaharuddin Alrif dengan nada bangga kepada awak media, Sabtu, (23/5/2026).

Politisi kawakan ini menegaskan bahwa sekolah adalah hulu terbaik untuk membentuk karakter generasi muda yang peka terhadap isu-isu ekologi.

Lewat program pengelolaan sampah plastik ini, SMPN 2 Watang Pulu tidak sekadar mengejar kebersihan semata. Ada misi besar yang sedang ditanamkan pihak sekolah kepada para peserta didik mereka, yaitu Mengajarkan rasa tanggung jawab terhadap sampah pribadi.

Mengasah otak kanan siswa untuk berinovasi dari bahan Membuka mata siswa bahwa peduli lingkungan juga bisa mendatangkan keuntungan finansial (ekonomi sirkular).

Bupati Syaharuddin menambahkan, gerakan semacam ini membuktikan bahwa sebuah perubahan besar untuk daerah tidak harus dimulai dengan proyek raksasa, melainkan bisa diinisiasi dari ruang-ruang kelas.

“Ini merupakan langkah positif yang harus terus didukung secara konsisten. Kepedulian terhadap lingkungan memang wajib kita tanamkan sejak dini agar kelak menjadi gaya hidup (lifestyle) di tengah masyarakat kita,” tegasnya.

Tidak ingin gerakan ini berhenti di satu sekolah saja, Syaharuddin menaruh harapan besar agar “virus kreatif” dari SMPN 2 Watang Pulu ini segera mewabah ke seluruh penjuru Kabupaten Sidrap.

Dirinya mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidrap untuk menjadikan program serupa sebagai percontohan (role model).

“Kami sangat berharap budaya mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan seperti yang dipelopori SMPN 2 Watang Pulu ini bisa terus dikembangkan secara konsisten. Ini sangat patut dibudayakan di Sidrap demi mewujudkan daerah yang bersih, sehat, sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakat kita,” pungkas Bupati Sidrap.

Kini, SMPN 2 Watang Pulu sukses membuktikan bahwa dengan sentuhan keuletan dan kreativitas, botol serta kemasan plastik bekas tidak lagi berakhir mengenaskan di tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan dipajang cantik sebagai produk berdaya guna tinggi. (MDS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *